Mengukir Mimpi di Lapangan Sasak Seng: Festival Sepak Bola Bintang Pratama

-
KALIHURIP, AMPERATV.MY.ID I Lapangan bola Sasak Seng, Desa Kalihurip, mendadak berubah menjadi arena adu bakat yang riuh dan penuh semangat. Hari ini, puluhan tim muda dari berbagai penjuru—mulai dari Bandung, Jakarta, hingga Bekasi—berkumpul dalam helatan perdana: Festival Sepak Bola SSB Bintang Pratama.

​Ajang ini bukan sekadar turnamen biasa. Sebanyak 13 tim usia 13 (U-13) dan 16 tim usia 11 (U-11) beradu strategi di atas rumput hijau, mempertontonkan sportivitas dan ambisi besar untuk menjadi bintang masa depan. 


​Di balik hiruk-pikuk peluit wasit dan sorak-sorai penonton, terselip visi besar. SSB Desa Kalihurip, yang baru menginjak usia tiga bulan, menunjukkan taringnya sebagai wadah pembinaan serius.

​Ketua Panitia, Nurrahman, mengungkapkan bahwa festival ini adalah langkah konkret untuk "menyelamatkan" generasi muda dari ketergantungan pada gadget.

​"Gagasan ini lahir dari Pak Lurah, dan kami sebagai panitia ingin mendorong pemuda untuk lebih aktif di lapangan. Kami ingin mendidik bibit-bibit unggul dari desa ini agar bisa berprestasi di kancah yang lebih luas," ujar Nurrahman di sela-sela pertandingan.

​Kesuksesan festival ini tidak lepas dari dukungan penuh PT Bintang Kahuripan Pratama yang menjadi motor penggerak utama. Sinergi antara pemerintah desa dan sektor swasta ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Kalihurip, H. Jajang Suherman.

​"Kegiatan ini sangat positif. Selain menumbuhkan minat olahraga di kalangan generasi muda, ini adalah upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa kami," tutur H. Jajang dengan penuh antusias. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut.

​Meski menjadi edisi pertama, turnamen ini langsung menyita perhatian publik lintas daerah. Nurrahman berharap, festival ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan.

​Ia pun melempar tantangan positif bagi perusahaan-perusahaan lain yang berada di kawasan Indotaise. "Kami berharap ke depan, lebih banyak perusahaan di kawasan Indotaise yang tergerak untuk memberikan dukungan. Dukungan ini bukan hanya untuk acara, tapi untuk keberlanjutan pembinaan bakat-bakat muda di Desa Kalihurip," pungkasnya.

​Dengan semangat yang membara di Lapangan Sasak Seng hari ini, Desa Kalihurip kini menatap masa depan dengan optimisme. Sepak bola bukan lagi sekadar hobi, melainkan jembatan bagi generasi muda desa untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.



Red. Yusban

Posting Komentar

0 Komentar