KARAWANG, AMPERA TV I Dalam pandangannya, kebijakan publik harus selalu berpijak pada asas keadilan dan kemanfaatan.
Ia menolak pendekatan politik yang hanya menjadikan aksi mahasiswa sebagai panggung simbolik. Menurutnya, demonstrasi harus dibaca sebagai mekanisme kontrol sosial yang sehat dalam sistem demokrasi.
Karena itu, ia memandang sinergi antara gerakan mahasiswa dan fungsi pengawasan DPRD sebagai fondasi penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab di Karawang.
Pernyataan Dede Anwar sekaligus memberi pesan bahwa demokrasi lokal membutuhkan ruang dialog yang sehat antara masyarakat sipil dan lembaga negara.
Mahasiswa hadir sebagai suara kritis, sementara DPRD dituntut menjadi penghubung yang mampu menerjemahkan suara itu ke dalam kebijakan.
Aksi yang berlangsung hingga malam itu pun meninggalkan pesan kuat. Di atas paving blok yang hangat, mahasiswa menunjukkan bahwa kritik tidak selalu harus berujung benturan. Sementara di sisi lain, DPRD menunjukkan bahwa mendengar rakyat bukan sekadar formalitas politik.
Ketika argumentasi intelektual mahasiswa bertemu dengan komitmen yuridis wakil rakyat, yang lahir bukan sekadar seremoni demokrasi, melainkan langkah awal menuju perubahan yang lebih nyata di Karawang.
Yusup Supriadi



0 Komentar